Kolaborasi Internasional FEB Undip dan UTP Malaysia Dorong Pemahaman Ekonomi Energi dan Pembangunan Pesisir

Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Universiti Teknologi PETRONAS menyelenggarakan kegiatan International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation pada 2–7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik sekaligus penguatan kolaborasi pendidikan dan riset antara kedua universitas. Dalam program tersebut, UTP mengirimkan 30 mahasiswa dan satu dosen pendamping, yaitu Associate Professor Dr Muhammad Ridhuan Tony Lim Abdullah, untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dan pengabdian masyarakat di lingkungan FEB Undip.

Kegiatan International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation secara resmi dibuka oleh Dr. Jaka Aminata selaku Kaprodi Ekonomi Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya antara FEB Undip dan Universiti Teknologi PETRONAS. Dr. Jaka Aminata juga berharap program ini dapat memberikan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran di kelas yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin, 4 Mei hingga Rabu, 6 Mei 2026, di kampus FEB Undip Tembalang Semarang. Para peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan pembangunan pesisir, ekonomi energi, hingga pendekatan analisis data modern oleh bebarapa dosen dari FEB Undip. Materi tersebut diantaranya mengenai coastal development disampaikan oleh Dr. Hapsari Ayu Kusumawardahi, sementara pengenalan Geographic Information System (GIS) dibawakan oleh Maulana Ghani Yusuf. Selain itu, sesi Econometrics juga diberikan oleh Aris Munandar untuk memperkenalkan metode analisis ekonomi kuantitatif kepada peserta internasional.

Tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, mahasiswa UTP juga diajak mengenal berbagai fasilitas akademik yang dimiliki FEB Undip. Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah kunjungan ke Laboratorium Bloomberg FEB Undip yang menjadi laboratorium Bloomberg pertama yang diresmikan pada tahun 2018 di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pemanfaatan data pasar dan ekonomi global untuk analisis akademik maupun profesional. Peserta juga berkesempatan melihat fasilitas lain seperti ruang kelas internasional, kantin, ruang dosen, hingga area Dome Ekspresi yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa FEB Undip.

Mahasiswa UTP Malaysia melihat fasilitas di Lab Bloomberg

Suasana akademik semakin interaktif melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan mahasiswa UTP dan mahasiswa Undip dalam kelompok campuran. Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai isu terkait pembangunan pesisir, transformasi ekonomi daerah, serta tantangan energi berkelanjutan yang sebelumnya telah dipaparkan oleh para dosen. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pertukaran gagasan lintas negara serta meningkatkan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa dari kedua universitas.

Pemaparan hasil FGD antara mahasiswa UTP dan Undip mengenai Marine Pollution

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada Kamis peserta akan melaksanakan International Community Service di Desa Timbulsoko, Demak, sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis masyarakat pesisir. Kehadiran delegasi UTP juga disambut hangat oleh Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, yang menyampaikan harapannya agar kerja sama antara FEB Undip dan UTP dapat terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, kedua institusi diharapkan mampu membangun hubungan akademik internasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kapasitas mahasiswa di masa depan.

Dr. Ridhuan perwakilan UTP bertemu dengan Prof. Faisal Dekan FEB Undip

Bagikan di :