Kolaborasi Menuju Swasembada Pangan: FEB Undip Ambil Bagian dalam FTARE 2026 Kementerian Keuangan

Surakarta, 22 Mei 2026, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Forum and Technical Assistance for Regional Economy (FTARE) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi (DSKPE), Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema “Sinkronisasi Kebijakan Fiskal Pusat–Daerah: Kunci Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani” ini dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, Surakarta. FEB Undip diwakili oleh empat dosen Program Studi Ekonomi, yaitu Maulana Ghani Yusuf, S.Si., M.E., Fathimah Kurniawati, S.E., M.Ec.Dev., Navi’ah Khusniati, S.E., M.Sc., dan Mohamad Egi Destiartono, M.S.E. Kehadiran akademisi FEB Undip dalam forum strategis ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung penguatan sinergi kebijakan fiskal pusat dan daerah guna mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan FTARE 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan peran Kementerian Keuangan sebagai Regional Chief Economist (RCE) di daerah, sebagaimana amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 124 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan. Forum ini mempertemukan pengambil kebijakan pusat dan daerah, akademisi, serta praktisi untuk berdiskusi dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang responsif terhadap tantangan pembangunan wilayah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah dosen Program Studi Ekonomi FEB Undip, Wahyu Widodo, S.E., M.Si., Ph.D., yang membawakan materi bertajuk “Analisis Efektivitas dan Dampak APBN/APBD terhadap Kinerja Ketahanan Pangan Jawa Tengah.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah agar alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran, produktif, dan mampu memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Pemaparan oleh Dosen Program Studi Ekonomi FEB Undip, Wahyu Widodo, S.E., M.Si., Ph.D

Diskusi dalam forum berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif dari pemerintah, akademisi, maupun praktisi daerah mengenai tantangan sektor pangan di Indonesia. Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian meliputi efektivitas belanja pemerintah daerah di sektor pertanian, penguatan regenerasi petani muda, stabilitas harga pangan, hingga pentingnya pengembangan ekosistem agribisnis yang terintegrasi. Para peserta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, mengingat keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh distribusi, teknologi, sumber daya manusia, dan kesinambungan kebijakan fiskal pusat–daerah.

Melalui forum ini, FEB Undip kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi akademik yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan publik berbasis riset dan evidence-based policy. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang adaptif terhadap kebutuhan daerah sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. Semangat sinergi dan kolaborasi yang terbangun dalam FTARE 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama, inovasi, dan keberanian untuk terus menghadirkan solusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Bagikan di :