Seminar Kewirausahaan Mandiri dan Sosialisasi Beasiswa Kewirausahaan LPDP FEB UNDIP Hadirkan Inspirasi bagi Generasi Muda

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Seminar Kewirausahaan Mandiri dan Sosialisasi Beasiswa Kewirausahaan LPDP pada Sabtu, 2 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, akademisi, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap pengembangan kewirausahaan dan peluang studi lanjut berbasis pengembangan usaha.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi S1 Ekonomi FEB UNDIP, Dr. Jaka Aminata, S.E., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa semangat kewirausahaan menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan individu yang inovatif, adaptif, dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan seminar dipandu oleh dosen Prodi S1 Ekonomi FEB UNDIP, Navi’ah Khusniati, S.E., M.Sc., selaku moderator.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh inspirasi dari Anne Avantie, salah satu wanita inspiratif Indonesia sekaligus desainer kebaya ternama nasional yang dikenal luas melalui kontribusinya dalam industri fesyen dan kegiatan sosial kemanusiaan. Sebelum sesi diskusi dimulai, panitia menayangkan video profil perjalanan hidup dan karier Anne Avantie, mulai dari perjuangannya membangun usaha hingga menjadi figur inspiratif di industri kreatif Indonesia. Dalam sesi berbagi pengalaman tersebut, Anne Avantie menyampaikan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak semata ditentukan oleh tingginya pendidikan formal, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh sikap (attitude), kemampuan membangun jejaring (network), kegigihan (persistency), dan konsistensi dalam menjalani proses. Ia juga menekankan bahwa dalam membangun usaha, hal yang paling utama adalah membentuk karakter, menjaga integritas, serta membangun sikap yang baik dalam berbisnis. Menurutnya, apabila seorang pelaku usaha memiliki karakter yang kuat dan mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain, maka keberhasilan dan keuntungan akan mengikuti seiring berjalannya waktu. Moto hidup yang ia pegang, “Saya diberkati untuk memberkati,” menjadi pesan reflektif yang menginspirasi peserta seminar.

Sesi kedua menghadirkan Buntoro Setiomulyo, Founder PT Mega Andalan Kalasan (MAK), yang membagikan pengalaman perjalanan kariernya sebagai wirausahawan mandiri sejak masa kuliah hingga berhasil membangun perusahaan manufaktur terkemuka di Indonesia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai tantangan dalam membangun usaha dari bawah, pentingnya keberanian mengambil peluang, menjaga kualitas produk, serta membangun komitmen dan integritas dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Pengalaman beliau dalam mengembangkan industri manufaktur nasional memberikan wawasan nyata kepada peserta mengenai proses panjang dalam membangun bisnis yang mampu bertahan dan berkembang.

Sementara itu, pada sesi ketiga, Direktur LPDP, Dwi Larso, menyampaikan paparan mengenai program Beasiswa Kewirausahaan LPDP yang dirancang untuk mendukung pengembangan calon wirausaha Indonesia melalui pendidikan dan penguatan jejaring global. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan studi di luar negeri sekaligus memperluas kapasitas kewirausahaan dan kolaborasi internasional. Beliau juga menekankan pentingnya peran wirausaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan yang inklusif di Indonesia. Menurutnya, wirausaha masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bisnis, tetapi juga visi, daya adaptasi, dan kemampuan membaca peluang di tengah perubahan ekonomi global.

Kegiatan seminar berlangsung interaktif dan mendapatkan respons positif dari peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Melalui kegiatan ini, FEB UNDIP berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang pengembangan diri di tingkat internasional.

Sebagai bagian dari komitmen Universitas Diponegoro dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dipersiapkan menjadi analis ekonomi yang handal, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui kewirausahaan. Sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, FEB UNDIP terus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.

Bagikan di :