Malaysia, 17-20 Mei 2026, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Melalui ajang 10th World Young Inventors Exhibitions (WYIE) 2026, tim mahasiswa berhasil mempersembahkan inovasi pada kategori Household and Personal Care dengan mengembangkan platform digital bernama SnugsyNest. Platform ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas mental, sehingga orang tua dapat mengakses informasi sekolah inklusif, pusat terapi, hingga berbagai wawasan edukatif dalam satu platform pintar.
Kompetisi inovasi internasional tersebut diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran inovasi yang mempertemukan para inventor muda dari berbagai negara. Selama berada di Malaysia, tim tidak hanya memamerkan produk inovasinya, tetapi juga melakukan sesi pitching di hadapan dewan juri serta memperkenalkan platform SnugsyNest kepada para pengunjung dan peserta internasional.

Tim memulai persiapan sejak bulan Maret dengan fokus pada pengembangan website, penyusunan proyeksi keuangan agar produk siap diluncurkan ke pasar, serta latihan presentasi dalam bahasa Inggris. Inovasi ini juga telah memiliki perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga keikutsertaan pada WYIE 2026 menjadi langkah strategis untuk memperoleh eksposur internasional sekaligus membuka peluang pengembangan produk di masa depan.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas yang terdiri atas NI Nyoman Rara Maharani T. (Ekonomi, 2024) bersama Ainun (Ilmu Komunikasi, 2023), Nazwa (Administrasi Publik, 2023), dan Dandy (Informatika, 2023). Ide pengembangan SnugsyNest berangkat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sekitar 70% anak-anak dengan disabilitas masih mengalami kesulitan memperoleh akses informasi mengenai sekolah inklusif dengan kurikulum khusus apabila hanya mengandalkan mesin pencari umum seperti Google atau Maps. Oleh karena itu, tim menghadirkan sebuah super platform yang menyediakan informasi biaya sekolah inklusif, direktori terapis, hingga fitur AI Virtual Assistant yang dapat membantu orang tua memahami berbagai definisi dan karakteristik disabilitas mental. Atas inovasi tersebut, tim berhasil membawa pulang Gold Medal dan Best Inventors Award pada Kategori Tertiary, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Diponegoro di tingkat internasional.





