Prof. Nugroho Sumarjiyanto Presentasikan Riset Ketahanan Istri Nelayan Migran pada CAA8 di Vietnam

Nha Trang, Vietnam – Prof. Dr. Drs. Nugroho Sumarjiyanto Benedictus Maria, M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP), mengikuti The 8th International Symposium on Cage Aquaculture in Asia (CAA8) yang berlangsung di Nha Trang, Vietnam, pada 16–18 Juli 2026. Dalam forum tersebut, Prof. Nugroho hadir sebagai oral presenter bersama akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara yang membahas perkembangan akuakultur dan keberlanjutan masyarakat pesisir.

Prof. Nugroho mempresentasikan penelitian berjudul β€œThe Resilience of Migrant Fisher’s Wives in Securing the Family Economy and Children’s Education (A Case Study in Batang Regency, Indonesia)” pada sesi Sustainable Welfare, Socio-economics, Livelihoods and Gender in Aquaculture. Penelitian ini berangkat dari kehidupan keluarga nelayan migran di Kabupaten Batang dan melihat bagaimana istri nelayan mengambil peran penting ketika suami bekerja melaut. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bagaimana keluarga tetap dapat mempertahankan pendidikan anak di tengah pendapatan nelayan yang tidak selalu pasti.

Isu yang dibawa dalam penelitian tersebut juga berkaitan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (No Poverty), SDG 5 (Gender Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 14 (Life Below Water). Kondisi keluarga nelayan menunjukkan bahwa keberlanjutan wilayah pesisir tidak hanya berbicara mengenai sumber daya laut, tetapi juga mengenai kesejahteraan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut. Peran perempuan menjadi penting karena mereka turut menjaga ekonomi rumah tangga sekaligus keberlanjutan kehidupan keluarga ketika nelayan melakukan migrasi untuk bekerja.

Topik yang disampaikan Prof. Nugroho mendapat perhatian dari Prof. Kyoko Kusakabe dari Asian Institute of Technology (AIT), Thailand. Prof. Kyoko memiliki fokus penelitian yang berdekatan, terutama pada isu gender, pemberdayaan perempuan, dan livelihood. Pada CAA8, Prof. Kyoko juga menjadi chair pada sesi Sustainable Welfare, Socio-economics, Livelihoods and Gender in Aquaculture serta mempresentasikan penelitian mengenai pemberdayaan perempuan dalam akuakultur di Thailand dan Kamboja. Ketertarikan Prof. Kyoko terhadap penelitian mengenai istri nelayan migran tersebut kemudian berlanjut pada komunikasi mengenai peluang kerja sama penelitian dengan Prof. Nugroho.

Selama CAA8, Prof. Nugroho juga mengikuti sesi-sesi ilmiah, diskusi dengan peserta dari berbagai negara, serta Gala Dinner yang menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan field trip ke fin fish hatchery di Vinh Luong dan keramba jaring apung di Nha Phu Bay. Peserta melihat langsung kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan serta berdiskusi mengenai pengelolaan pakan dan ketahanan keramba yang digunakan oleh pembudidaya setempat.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke fasilitas produksi dan pengolahan sea grapes di Ninh Hoa. Di lokasi tersebut, Prof. Nugroho mengikuti dan mengamati proses pemilahan rumput laut serta penanganannya sebelum dipasarkan. Kegiatan ini memberikan gambaran langsung mengenai rantai produksi akuakultur di Vietnam, mulai dari kegiatan budidaya hingga pengolahan hasil dan pemasaran.

Keikutsertaan dalam CAA8 menjadi kesempatan bagi Prof. Nugroho untuk memperkenalkan hasil penelitian mengenai masyarakat pesisir Indonesia kepada akademisi internasional sekaligus membangun hubungan dengan peneliti yang memiliki bidang kajian serupa. Komunikasi yang terjalin dengan Prof. Kyoko menjadi salah satu hasil dari pertemuan tersebut dan diharapkan dapat dilanjutkan dalam bentuk penelitian bersama. Kegiatan ini juga mendukung langkah Universitas Diponegoro dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan reputasi akademik menuju World Class University.

Bagikan di :