Program magang menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di dunia kerja. Kesempatan tersebut dirasakan oleh Anggita, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro angkatan 2024, yang tengah menjalani program magang di Bidang Sekretariat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang. Dalam kegiatan magangnya, Anggita turut terlibat dalam penyelenggaraan Grand Launching SIMBAH DANSA dan SIMBA DISKO yang dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Network Room Lantai 3 Diskominfo Kota Semarang.
Melalui kegiatan tersebut, Anggita memperoleh pengalaman berharga untuk menyaksikan secara langsung proses perencanaan hingga peluncuran inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah SIMBAH DANSA (Sistem Informasi untuk Menginventarisasi Barang Milik Daerah), sebuah sistem yang diinisiasi oleh Vincentia Putri Kirana Laksmi, S.E., M.M. guna mendukung pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sistem ini mengintegrasikan proses pendataan, pencatatan, pembaruan informasi, hingga pemantauan kondisi aset sehingga menghasilkan data yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Selain itu, Diskominfo Kota Semarang juga meluncurkan SIMBA DISKO (Sistem Informasi Magang Berbasis Digital) yang diinisiasi oleh Galang Wibawa Nusantara, S.STP., M.M. Platform berbasis website ini dirancang untuk mendigitalisasi pengelolaan program magang melalui fitur absensi, pelaporan aktivitas harian, monitoring perkembangan peserta, hingga evaluasi pembimbing secara terintegrasi. Grand Launching kedua inovasi tersebut diresmikan oleh Liza Oktavia Tutuarima, S.T., M.T., Sekretaris Dinas Diskominfo Kota Semarang, dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Barang Milik Daerah: Membangun Kesadaran Aparatur dalam Pengamanan Aset Daerah. Peluncuran ini menjadi bentuk komitmen Diskominfo dalam memperkuat transformasi digital demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan internal.

Bagi Anggita, pengalaman mengikuti kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa transformasi digital tidak sekadar berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi organisasi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa ilmu ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola sektor publik, khususnya dalam mendukung pengelolaan sumber daya yang efektif dan pelayanan pemerintahan yang semakin inovatif. Melalui program magang ini, Anggita memperoleh wawasan baru mengenai implementasi kebijakan dan inovasi digital yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam pengembangan kompetensinya sebagai calon ekonom muda.





